Pekalongan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) akan melakukan uji coba penerapan sistem lima hari sekolah. Program ini tidak langsung berlaku untuk seluruh sekolah, melainkan hanya di sejumlah sekolah tertentu yang dijadikan sampel.
Tujuan Uji Coba: Efektivitas dan Keseimbangan Waktu Belajar
Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan menjelaskan, uji coba ini bertujuan untuk melihat sejauh mana sistem lima hari sekolah dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memberikan waktu istirahat lebih untuk siswa, serta menciptakan keseimbangan antara kegiatan akademik dan non-akademik.
“Kita ingin melihat dampaknya, baik dari sisi akademik, psikologis siswa, maupun manajemen sekolah. Karena itu, kami memilih beberapa sekolah sebagai percontohan sebelum kebijakan ini diperluas,” ungkapnya.
Kriteria Sekolah Sampel
Sekolah yang terpilih sebagai sampel uji coba dipilih berdasarkan beberapa kriteria, seperti:
-
Memiliki fasilitas pendukung yang memadai.
-
Jumlah guru cukup dan memenuhi standar beban kerja.
-
Letak sekolah yang strategis dan mudah dijangkau.
-
Kesiapan orang tua dan komite sekolah.
Dengan kriteria ini, diharapkan uji coba dapat berjalan maksimal dan memberikan data yang akurat untuk evaluasi.

Baca juga: Dalam Rakernas JKPI, Pemkot Pekalongan Berkomitmen Rawat Pelestarian Budaya
Jam Belajar Akan Lebih Panjang
Dalam sistem lima hari sekolah, jam belajar siswa akan disesuaikan menjadi lebih panjang setiap harinya, agar seluruh materi pelajaran tetap tersampaikan. Hari Sabtu yang biasanya digunakan untuk kegiatan belajar formal, akan diisi dengan kegiatan ekstrakurikuler, pembinaan karakter, atau aktivitas keluarga.
“Hari libur tambahan ini bisa digunakan siswa untuk beristirahat, berkegiatan di rumah, atau mengembangkan bakat di luar sekolah,” tambah Kepala Dindikbud.
Pertimbangan dan Tantangan
Pemkab Pekalongan menyadari bahwa penerapan sistem ini memiliki tantangan, terutama terkait kesiapan guru, adaptasi siswa, dan dukungan orang tua. Oleh karena itu, uji coba akan disertai pendampingan dan evaluasi rutin.
Jika hasilnya positif, sistem lima hari sekolah berpotensi diterapkan di lebih banyak sekolah di Kabupaten Pekalongan.





