Pekalongan – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia dan pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2025, Polres Pekalongan menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektoral yang melibatkan berbagai pihak terkait. Acara yang digelar pada Selasa (5/8/2025) tersebut membahas berbagai isu strategis, dengan fokus pada antisipasi potensi konflik di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Dalam rakor yang berlangsung di Aula Mapolres Pekalongan itu, Kapolres AKBP Wahyu Rohadi, S.I.K. menekankan pentingnya sinergi antara unsur pemerintah daerah, TNI, tokoh masyarakat, serta instansi terkait dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Enam Isu Rawan Konflik Jadi Perhatian Khusus
AKBP Wahyu Rohadi memaparkan enam isu krusial yang berpotensi menimbulkan konflik atau gangguan kamtibmas jika tidak ditangani secara serius dan kolaboratif, yakni:
-
Konflik Sosial Antar Warga
Potensi gesekan antar kelompok masyarakat akibat perbedaan pandangan atau persaingan kepentingan lokal, terutama menjelang Pilkada. -
Politik Identitas dan Ujaran Kebencian
Penyebaran hoaks dan narasi intoleransi di media sosial yang bisa memicu ketegangan politik. -
Distribusi Logistik Pemilu dan Potensi Kecurangan
Persoalan logistik seperti keterlambatan atau kecurigaan terhadap transparansi distribusi logistik pemilu. -
Kesenjangan Sosial dan Ekonomi
Ketimpangan di tengah masyarakat yang bisa memicu rasa ketidakadilan dan protes sosial. -
Ancaman Terorisme dan Radikalisme
Indikasi kelompok tertentu yang mencoba memanfaatkan momentum politik dan hari besar nasional untuk melakukan provokasi. -
Pelanggaran Hukum di Dunia Usaha atau Lingkungan
Seperti persoalan tambang ilegal, sengketa lahan, atau pencemaran lingkungan yang bisa menyulut konflik horizontal.

Baca juga: Polisi Kota Pekalongan Dicek Urine Mendadak, Hasilnya Mengejutkan
Dalam forum tersebut, Kapolres menegaskan bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri. Ia mengajak semua stakeholder untuk aktif dalam deteksi dini dan penanganan bersama setiap potensi kerawanan.
“Kami minta partisipasi semua pihak—baik dari kecamatan, desa, hingga RT/RW—untuk melaporkan setiap gejala konflik di lapangan. Kita cegah sebelum membesar,” ujarnya.
Pihak TNI, Kesbangpol, Satpol PP, dan para camat juga memberikan masukan strategis dalam rakor. Termasuk peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam meredam isu sensitif yang bisa memecah belah warga.
Antisipasi Jelang HUT RI dan Pilkada 2025
Potensi kemacetan, gangguan ketertiban umum, hingga kerawanan kriminalitas juga menjadi perhatian tersendiri.
Sinergi, Kunci Keamanan Daerah
“Sinergi adalah kunci. Kita harus jaga Pekalongan tetap kondusif demi kelancaran pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Kapolres.





